Lebak - Kondisi memprihatinkan dialami keluarga Ibu Ade Mintarsih, warga Kampung Ciranca, Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten.
Dari hasil penelusuran langsung di lapangan, Ibu Ade yang memiliki dua orang anak hidup dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Suami bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu untuk menghidupi keluarga.
Yang sangat miris, di tengah gencarnya program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lebak, keluarga ini justru belum pernah tersentuh bantuan sama sekali.
"Setelah kami melihat langsung dan menanyakan ke warga, kami merasa miris. Sekarang kan banyak bantuan RTLH, kok masih ada warga yang jelas-jelas berhak malah dilewati? Padahal pemerintah itu bekerja untuk rakyat," ujar tim lapangan.
Atas temuan tersebut, kami mencoba berkomunikasi dengan Camat Cijaku, Hj. Cece Saputra. Alhamdulillah, menerima laporan tersebut dengan baik dan berjanji akan berupaya semaksimal mungkin agar keluarga Ibu Ade mendapatkan haknya.
Menurut kami, Camat Cijaku sudah cukup banyak membantu rumah warga yang tepat sasaran. Namun hal ini berbanding terbalik dengan realita di lapangan, di mana masih banyak warga miskin yang terlewat bantuan RTLH.
Padahal banyak tokoh politik di sana, seolah-olah diam dan tidak melihat kondisi warga yang sesungguhnya.
Keluarga Ibu Ade berharap Dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten Lebak, segera turun langsung untuk melakukan verifikasi dan memberikan bantuan yang layak bagi keluarga yang sangat membutuhkan.
"Melalui pemberitaan ini, kami dari media info Rakyat Indonesia ; meminta Dinas terkait, supaya tidak hanya menunggu data dari pendamping Desa. Tolong jemput bola, data ulang masyarakat yang sangat membutuhkan." (Tim)






0 comments:
Posting Komentar