Pandeglang - Sebagaimana di pemberitaan info-ri.online sebelumnya terkait dengan keputusan Kontroversi juri lomba tari pada acara FLS3N di wilayah kecamatan Sindang resmi pada sabtu(25/4/2026) kemarin yang menuai banyak protes karena memenangkan Peserta lomba yang melakukan plagiasi hasil karya pihak lain , Ironisnya Peserta yang diputuskan oleh juri sebagai juara tersebut , berasal dari SDN 1 Kadumalati dimana Kepala sekolahnya merupakan ketua Pusat sumber belajar ( PSB ) wilayah pendidikan Sindangresmi.
Sebagai ketua PSB sekaligus kepala sekolah SDN 1 Kadumalati Jahir Setia Miharja seharusnya lebih memahami aturan dan petunjuk teknis ( Juknis ) karena salah satu tugas pokok dan fungsi PSB adalah mengatur secara teknis seleksi bakat/minat siswa seperti FLS3N di tingkat kecamatan , bahkan berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi awak media , Ketua PSB jugalah yang melakukan arahan dan petunjuk kepada perwakilan tiap Sekolah ( SD ) terkait aturan atau tata tertib kegiatan FLS3N pada saat Technical meeting di laksanakan , tapi mirisnya pihaknya sendiri yang diduga kuat melakukan pelanggaran fatal dengan melakukan Plagiarisme.
Menyikapi persoalan tersebut Penggiat sekaligus pemerhati seni dan budaya yang juga merupakan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD KESTI TTKDH ) Kabupaten Pandeglang Indra Kurniawan Menyesalkan perilaku peserta yang diduga melakukan Plagiarisme apalagi itu dilakukan oleh anak didik (siswa/siswi) dalam pentas yang dilombakan di acara FLS3N , karena tahun 2026 ini FLS3N mengusung tema Menumbuhkan karakter bangsa.
"Sesuai tema yang diusung dalam kegiatan FLS3N tahun 2026 ini maka Orisinalitas harus menjadi dasar atau pondasi dari sebuah karya yang di lakukan atau di pentaskan dalam perlombaan , karena dengan mengutamakan Orisinalitas akan memdidik dan meltih kejujuran serta kepercayaan diri siswa dalam berkarya tanpa harus meniru karya orang lain " Papar Indra .
Lebih lanjut Indra menambahkan, untuk kategori siswa di tingkat Sekolah dasar (SD) Seharusnya Kepala sekolah dan guru pembimbingnya yang kreatif untuk mendidik anak dengan mencari bahan inspirasi untuk di tampilkan dalam perlombaan , jangan malah menjerumuskan dengan melakujan tindakan plagiasi karya orang lain "Itu sama saja dengan merusak karakter dan mental anak didik , apalagi kepala sekolahnya merupakan ketua PSB yang lebih tau tentang Juklak Juknis Kegiatan FLS3N , Perilaku seperti ini mencerminkan buruknya karakter para pelaku dunia pendidikaan" Imbuhnya .
Saat di hubungi melalui pesan Whats App pada Sabtu (25/4/2026) untuk diminta tanggapan dan komentarnya , Ketua PSB yang juga Kepala SDN 1 Kadumalati Jahir Setia Miharja hanya menjawab salam tanpa memberikan tanggapan apapun.
( gie )






0 comments:
Posting Komentar